Haaaiiii beautiers,
Well, akhirnya saya putus arisan nano time juga, yeeeay,, nano time HD ku dianterin langsung sama pemilik lapak yang cantik, mbak Haruhi, dalam packing merah yang cantik buanget! Love it!
Suka sekali detail sederhana seperti ini, sampe sekarang box dan packagingnya masih saya simpan meski enggak begitu rapi, hehe
Oke, mari langsung dijajal alatnya. Sebelum mulai digunakan, baterai sebaiknya dicharge dulu hingga led warna biru di sisi alat padam, yang artinya batere sudah terisi penuh. Sebelum di charge pertama kali, sama seperti HP baterai sudah terisi namun hanya untuk tujuan testing alat saja, sehingga perlu diisi kembali. Nano time HD ini semprotannya cukup banyak dan kencang, bisa dilihat dari densitas spray yang dikeluarkan alat di bawah ini :
Nah, jika saya sudah punya nano spray, apakah saya masih membutuhkan skin care? Atau cukup perawatan menggunakan nano spray saja?
Jawabannya tergantung dari permasalahan kulit dan hasil yang ingin dicapai. Perlu diingat bahwa nano spray adalah alat untuk menyemprotkan partikel air berukuran nano. Partikel air berukuran nano inilah yang akan membantu melembabkan dan membersihkan pengotor hingga pori-pori kulit.
Sehingga jika memang mempunyai kulit bermasalah, sebaiknya ditreatment juga sesuai masalah yang timbul, karena nano spray ini hanya membantu kulit mendapatkan kelembaban dengan meningkatkan kadar air kulit. Sebenarnya secara alami kulit sudah mempunyai sistem pertahanan sendiri untuk mempertahankan kelembaban, meregenerasi, dan menutrisi kulit. Terlalu tergantung pada pelembab apalagi night cream juga kurang baik karena mengganggu proses alami kulit.
Dr. Hauschka dari www.dr.hauschka.com menyatakan :
Meskipun sepertinya pernyataan dr. Hauschka ini kayak mengafdholkan pembiaran kulit bakal oke tanpa perawatan *horeee-kalobeneraan*. Tapi sesungguhnya dr. Hauschka ini menyarankan langkah perawatan yang sesuai ritme alami kulit tersebut. Misalnya pemakaian toner pada malam hari lebih disarankan dibandingkan dengan night cream, agar kulit terbebas dari skin care berbasis minyak sehingga kulit lebih mudah bernapas.
Jadi, masih perlukah skin care setelah perawatan dengan nano spray? Menurutku sih perlu banget! Karena kulit masih butuh dibersihkan, masih butuh disegarkan, masih butuh dijaga kelembabannya agar pemakaian nano spray lebih optimal. Hanya pemakaian skin carenya sebaiknya disesuaikan ritme alami kulit. Psst, bisa juga lho toner berbasis airnya diisikan di nano spray ini supaya kulit lebih mudah menyerap nutrisinya ;).
Semoga bermanfaat, beautiers.
Well, akhirnya saya putus arisan nano time juga, yeeeay,, nano time HD ku dianterin langsung sama pemilik lapak yang cantik, mbak Haruhi, dalam packing merah yang cantik buanget! Love it!
![]() |
| Isn't it prettty?? |
![]() |
| Inside the red package is a nano time HD box |
Dalam beberapa detik sudah terlihat titik-titik air seperti embun yang halus pada kulit. Pemakaian yang benar adalah sejauh +/- 18 cm dari wajah, sehingga yang terkena permukaan kulit adalah nano partikelnya. Tapi saya lebih suka kalo didekatkan sedikit, karena wajah rasanya kayak dipijat pake uap, hehe. Eh, bener lho, pake nano spray rasanya wajah benar- benar bersih dan lembab sampai ke pori-pori. Saya memakai nano time HD nya setelah membersihkan wajah dengan cleanser atau foam/scrub. Cukup satu tangki saja (8 ml) untuk gantiin rutinitas cumuk versi Suzy Bae. Baru setelahnya memakai day cream atau toner.
![]() |
| Leather pouch, nano Time HD unit, and liquid bottle Sebaiknya disimpan di dalam tas longgar jauh dari jangkauan anak kecil :) |
Jawabannya tergantung dari permasalahan kulit dan hasil yang ingin dicapai. Perlu diingat bahwa nano spray adalah alat untuk menyemprotkan partikel air berukuran nano. Partikel air berukuran nano inilah yang akan membantu melembabkan dan membersihkan pengotor hingga pori-pori kulit.
Sehingga jika memang mempunyai kulit bermasalah, sebaiknya ditreatment juga sesuai masalah yang timbul, karena nano spray ini hanya membantu kulit mendapatkan kelembaban dengan meningkatkan kadar air kulit. Sebenarnya secara alami kulit sudah mempunyai sistem pertahanan sendiri untuk mempertahankan kelembaban, meregenerasi, dan menutrisi kulit. Terlalu tergantung pada pelembab apalagi night cream juga kurang baik karena mengganggu proses alami kulit.
Dr. Hauschka dari www.dr.hauschka.com menyatakan :
Saat kita tidur kulit beregenerasi, menyeimbangkan produksi minyak dan mengeluarkan kotoran. Pemakaian rutin night cream bisa mengganggu proses ini. Sehingga kelenjar minyak di kulit akan mengira kulit sudah mendapatkan cukup kelembaban dan mengurangi produksi minyak lagi. Hasilnya kulit menjadi lebih kering dan kulit menjadi tergantung pada produk pelembab untuk tampil 'normal'.
Meskipun sepertinya pernyataan dr. Hauschka ini kayak mengafdholkan pembiaran kulit bakal oke tanpa perawatan *horeee-kalobeneraan*. Tapi sesungguhnya dr. Hauschka ini menyarankan langkah perawatan yang sesuai ritme alami kulit tersebut. Misalnya pemakaian toner pada malam hari lebih disarankan dibandingkan dengan night cream, agar kulit terbebas dari skin care berbasis minyak sehingga kulit lebih mudah bernapas.
Jadi, masih perlukah skin care setelah perawatan dengan nano spray? Menurutku sih perlu banget! Karena kulit masih butuh dibersihkan, masih butuh disegarkan, masih butuh dijaga kelembabannya agar pemakaian nano spray lebih optimal. Hanya pemakaian skin carenya sebaiknya disesuaikan ritme alami kulit. Psst, bisa juga lho toner berbasis airnya diisikan di nano spray ini supaya kulit lebih mudah menyerap nutrisinya ;).
Semoga bermanfaat, beautiers.








0 Komentar