Hyperpigmentasi & Sun Protection System (Sun Protecting Factor)

Hallo Beautieers!

Apa perasaanmu kalau habis install aplikasi Sun Coach lalu iseng-iseng men-scan daerahmu dan hasil di layar seperti ini?

Oh la laa,, 'you need SPF 50',, tq Sun Coach
Tiba-tiba saya mengerti kenapa kulit saya cokelat tiada taraa,, mana saya ga pernah pakai sunscreen pula dan pede aja mandi matahari setiap hari :D

Ah, ga masalah, tan is sexyy *jitakk,, wkwk,, klo tan-nya ga merata alias belang bonteng alias kena melasma akibat hiperpigmentasi, gimanaa,, masih dibilang sexy??
Overdosis sinar matahari bisa menyebabkan banyak masalah kulit lho, mulai dari dehidrasi, penuaan dini, hyperpigmentasi. Makanya kalo ga punya melanin banyak, cover up yourself, pakek baju panjang nutup badan dong *ngomong sama bule, jitak lagii,, heheh,,

Anyway, tentang masalah kulit akibat sinar matahari kita bahas dulu mengenai Hyperpigmentasi ya,, apa sih hyperpigmentasi itu?

In dermatology, hyperpigmentation is the darkening of skin and nails area caused by increase melanin. Wikipedia.

Certain conditions, such as pregnancy or Addison's dissease (decreased function of the adrenal gland), may cause a greater production of melanin. Expose to sunlight is major cause of hyperpigmentation, and will darken already hyperpigmentation areas. Various drugs, including some antibiotics, antiarrhythmics, and antimalarial drugs can also caused hyperpigmentation in skin. WebMD.
Hyperpigmentasi itu kayak di gambar ini,
saya ambil dari perawatan klinik Skin & Laser Surgery Center: bderm.com,

Karena mayoritas hyperpigmentasi diakibatkan oleh sinar matahari, penderita hyperpigmentasi diminta menghindari sinar matahari diatas jam 10 hingga jam 12 pagi karena saat tersebut sinar matahari paling intens. Juga disarankan untuk menggunakan pelembab yang punya pelindung tabir surya yang broad spectrum, SPF 30 keatas.

SPF adalah kependekan dari Sun Protecting Factor. Sistem SPF ini dibuat berdasarkan lamanya kulit kita terpapar sinar matahari. Misalnya saat terkena sinar matahari selama 10 menit kulit kita lalu menjadi kemerah-merahan/terbakar. SPF 15 berarti menggandakan perlindungan terhadap sinar matahari selama 15 kali dibandingkan saat kulit tidak terlindungi apapun. Mari berhitung, 10 * 15 berarti 150 menit. SPF 15 akan melindungi kulit selama 150 menit beraktifitas di luar ruangan.

Lalu apakah perlu menggunakan pelembab dengan SPF tinggi? Bagaimana efektifitasnya dibandingkan yang ber-SPF lebih rendah? Berapa SPF yang harusnya saya pilih?
Mari menyimak penjelasan Dr. Wang dari www.skincancer.org sebagai berikut.



Waooww,, that's a lot of information,, biar enak mencernanya, kita uraikan dalam poin yuk,,
  • Radiasi sinar matahari (UV) yang sampai di permukaan bumi adalah dalam bentuk UV A dan UV B. Radiasi UV B dapat menyebabkan kanker kulit dan referensi SPF digunakan untuk melindungi terhadap paparan radiasi UV B saja, untuk pencegahan sunburn
  • SPF 15 akan melindungi hingga 93% radiasi UV B, sementara SPF 30 melindungi hampir 97% dari radiasi UV B. Sayangnya pemakaian SPF 50+ tidak menunjukkan kenaikkan perlindungan yang signifikan (hanya 98%).
  • SPF hanya menawarkan perlindungan terhadap UV B, padahal radiasi UV A tidak kalah bahayanya terhadap kulit, diantaranya mengakibatkan penuaan dini dan dapat memicu timbulnya kanker kulit. Jadi hanya mengandalkan SPF saja tidaklah cukup.
  • SPF yang lebih tinggi bisa jadi hanya memberi rasa aman yang semu namun baik untuk berjaga-jaga, karena seringkali konsumen lupa mengaplikasikan kembali tabir suryanya atau tidak cukup mengaplikasikan tabir surya. Test untuk SPF adalah sunscreen diaplikasikan sebanyak 2 miligram per cm2 permukaan kulit. Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan tabir surya hanya diaplikasikan sebanyak 0,5 hingga 1 per cm2 permukaan kulit, sehingga perlindungannya hanya sekitar 1/3 dari nilai SPFnya.
  • SPF yang disarankan dr. Wang adalah antara SPF 30 dan tidak lebih dari SPF 50. Selain itu disarankan memakai sunscreen yang mengkombinasikan bahan pelindung terhadap UV A (labelled as multi spectrum/broad spectrum/UVA-UVB protection), yaitu : zinc oxide, titanium oxide, avobenzone, ecamsule, dan oxybenzone.

Lalu pertanyaan selanjutnya, bisakah hiperpigmentasi ini disembuhkan dengan cream?
Ada empat cara menyembuhkan hiperpigmentasi, yaitu secara oral, dengan laser, dengan peeling, maupun dengan cream/topikal.
Jika dulu banyak diresepkan hydroquinone untuk mengurangi hyperpigmentasi. Sekarang penggunaan hidroquinone ini dilarang di Eropa dan sebagian wilayah Asia karena potensi bahayanya. Hydroquinone bersifat karsinogenik jika tertelan (orally).
Menurut artikel di MDedge.com, banyak zat aktif yang bisa digunakan untuk menggantikan hidroquinone secara topikal, diantaranya adalah soy, licorice, mulberry, niacinamide, ellagic acid, rucinol, dioic acid, N-acetyl glucosamine, tranexamic acid, resveratrol, polypodium leucotonos.

Posting Komentar

0 Komentar