Apakah bunda bekerja kantoran? Atau di rumah saja dan bekerja dari rumah? Banyak yang saling membandingkan diri. But actually, we're on the same boat. Working Mom dan Working at home mom sebenarnya sama saja. Simak yuk cara optimasi agar bisa sukses bekerja dan mengasuh anak.
Bunda di rumah juga bekerja
Sebelumnya, ini yang harus kita pahami bersama. Menjadi ibu adalah pekerjaan. Being a mom is constantly working. Tugas domestik juga adalah pekerjaan.
Perempuan mana di dunia ini yang tidak bekerja? Bekerja dalam arti luas tentunya. Lazimnya sedari kecil, anak perempuan sudah dididik untuk mengerjakan tugas domestik. 0k, kecuali yang lagi kena sindrom Princess sih. Bahkan ada anggapan bunda yang sukses di masyarakat adalah yang bisa mendidik anak perempuan mahir mengerjakan pekerjaan domestik.
Merawat, mengurus keperluan rumah, dan mendidik anak itu bisa jadi pekerjaan yang paling membahagiakan, lho. Ajak suami bekerja sama ya, Bunda :)
Bunda Kreatif dan Mandiri lewat Bisnis
Perempuan itu pada dasarnya kreatif, lho! Bagaimana tidak. perempuan harus memikirkan bagaimana cara tampil maksimal, rapi dan CHICK tapi dengan budget minimal. Memikirkan bagaimana caranya nggak kesalon tapi tetep perawatan. Hehe
Sudah banyak lho bunda kreatif yang memanfaatkan potensi dirinya dengan baik. Berbisnis atau bekerja di rumah sambil mengasuh anak. Hasilnya terbukanya peluang mengembangkan diri sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan dirumah saja sambil mengasuh anak. Asik ya bunda?
Be creative is a way to CREATE something. Jadi, sudah siap menciptakan peluang dan mendatangkan penghasilan?
Bergantung pada suami itu WAJIB tapi juga jangan Lengah. Karena kita juga turut andil jika suami terpaksa mencari nafkah dengan jalan haram (Naludzubillahi min dzaliq) demi mencukupi kebutuhan keluarga. Dalam Islam perempuan yang aktif bekerja, berbisnis, dan berkarya itu tidak dilarang kok. Asalkan semua syarat syar'inya dipenuhi dan atas izin suami, wallahu'alam. Kita juga harus sekuat tenaga menjaga kepercayaan yang telah diberikan suami.
Manajemen Waktu dan Skala Prioritas
Si sulung nangis minta susu, si tengah mau kekamar mandi saat ibu sedang memasak. Ditinggal sebentar mengantar si tengah, si bungsu mengacak-acak sayuran yang sudah disiangi. Itulah potret keluarga kecil bahagia :)
Bunda, meskipun jenuh mengalami potret 'keluarga kecil bahagia' di atas. Jangan lupa masih ada banyak wanita pekerja yang mendambakan situasi seperti yang bunda alami. Capek masih bisa diobati dengan istirahat, tapi masa tumbuh kembang anak tidak bisa diulang.
Manajemen waktu yang baik dan skala prioritas akan sangat membantu. Usahakan jangan menunda pekerjaan agar beban kerja tidak menumpuk. Buat daftar pekerjaan, dahulukan pekerjaan yang lebih penting. Ada tips yang menurut saya sangat bermanfaat dari web istribawel.com (blognya teh Ninit Yunita - Penulis novel laris "Test Pack" yang juga WAHM) agar selalu ingat prioritas pekerjaan kita ; MAKE TIME NO EXCUSE.
Kerja Efektif dengan Setting Target
Menjadi individu dengan banyak peran membuat bunda seringkali tidak fokus dan hilang arah. David Allen dalam bukunya Get Things Done menyebutkan pentingnya memusatkan fokus agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan cepat selesai. Menurut David Allen otak adalah thinking tools bukan storage device, sehingga bekerja dengan memusatkan fungsi otak adalah cara yang paling efektif.
Saat multitasking hindari mengerjakan pekerjaan secara random, karena pekerjaan yang belum selesai akan terus membuat otak mengingat-ingat apa saja yang harus dikerjakan secara detail. Ini yang membuat kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan. Lebih baik fokus kerjakan satu pekerjaan dulu, baru kemudian mulai menyelesaikan pekerjaan selanjutnya.
Jangan takut setting target kapan dan berapa lama bunda akan menyelesaikan pekerjaan utama.
Jangan takut setting target kapan dan berapa lama bunda akan menyelesaikan pekerjaan utama.
Thing that make things work : Communication
Konon katanya, dalam manajerial ada konflik yang tidak bisa diselesaikan, konflik tersebut adalah konflik yang TIDAK BISA DIUNGKAPKAN. Komunikasi itu penting!
Bekerja di rumah ataupun kantoran itu sama saja, kok, kita harus punya etos kerja yang baik. Jadi kalau memang menghadapi kendala yang belum bisa diselesaikan sendiri, langsung dikomunikasikan ya!
Mengkomunikasikan ini bisa lewat lisan bisa lewat tulisan. Yang penting jangan biarkan orang menebak-nebak apa yang kita ingin lakukan atau lebih parah lagi kita cuma berharap orang bisa mengerti apa yang kita mau padahal kita tidak sedikitpun memberi kode dan mengkomunikasikan keinginan kita.
Don't let people assume, karena bisa jadi asumsinya negatif :'D
Ingat, kita tidak bisa mengontrol apa yang orang rasakan terhadap kita, tapi kita selalu bisa mengontrol perilaku agar setidaknya orang bisa lebih nyaman berkomunikasi dengan kita.
Mengkomunikasikan ini bisa lewat lisan bisa lewat tulisan. Yang penting jangan biarkan orang menebak-nebak apa yang kita ingin lakukan atau lebih parah lagi kita cuma berharap orang bisa mengerti apa yang kita mau padahal kita tidak sedikitpun memberi kode dan mengkomunikasikan keinginan kita.
Don't let people assume, karena bisa jadi asumsinya negatif :'D
Ingat, kita tidak bisa mengontrol apa yang orang rasakan terhadap kita, tapi kita selalu bisa mengontrol perilaku agar setidaknya orang bisa lebih nyaman berkomunikasi dengan kita.




0 Komentar