Hah?? Beauty Magic Cream mengandung Steroid???
Tadinya saya kira ini krim aman karena (katanya) zat aktifnya adalah retinoid acid/turunan vitamin A. Tapi entah kenapa saya googling dengan keyword 'Beauty Magic Cream Ingredient' kok ngga muncul ingredient list nya. Dan bahkan malah nemu situs luar yang bilang kalo cream ini ada dua nama, Jameela dan Ameera.Excoboard
Ya, itu ekspresi serius lo?! saya pas liat beritanya di sebuah grup Make Up di Facebook. Seperti yang kita tau, BMC adalah krim yang di klaim mampu membuat kulit lebih putih berseri sekaligus menghilangkan jerawat dan flek hitam. Dan saya termasuk salah satu yang hampir saja mengonsumsi krim malam ini (untung duitnya keburu kepake,, padahal ga punya duit, hehee :p)
![]() |
| Penampakan 'Beauty Magic Cream' atau BMC |
Tadinya saya kira ini krim aman karena (katanya) zat aktifnya adalah retinoid acid/turunan vitamin A. Tapi entah kenapa saya googling dengan keyword 'Beauty Magic Cream Ingredient' kok ngga muncul ingredient list nya. Dan bahkan malah nemu situs luar yang bilang kalo cream ini ada dua nama, Jameela dan Ameera.Excoboard
Bingung?
Saya apalagi,, di forum Female Daily (FD) disebutkan konon krim ini bisa dibeli di Mekkah dan Jeddah, yang diklaim krim asli adalah buatan apotek di Mekkah dan punya bau khas kopi/asem/besi, ada nama apotek Dhiouf dan no telepon di kemasannya. Karena belum pernah lihat barang aselinya pula saya nggak bisa bedain dan klaim mana aseli mana palsu. Krim ini konon adalah racikan apotek tersohor di Arab, imho.
Saya apalagi,, di forum Female Daily (FD) disebutkan konon krim ini bisa dibeli di Mekkah dan Jeddah, yang diklaim krim asli adalah buatan apotek di Mekkah dan punya bau khas kopi/asem/besi, ada nama apotek Dhiouf dan no telepon di kemasannya. Karena belum pernah lihat barang aselinya pula saya nggak bisa bedain dan klaim mana aseli mana palsu. Krim ini konon adalah racikan apotek tersohor di Arab, imho.
Singkat cerita, karena banyak member Female Daily (FD) forum yang penasaran akan kandungan si krim ini, akhirnya mereka patungan untuk mengujikan krim ini di LPPT UGM, yang pertama adalah uji Hydroquinone dan Merkuri, hasilnya keduanya negatif. Uji yang kedua dilakukan untuk mengetahui kandungan Timbal (Pb) dan Steroid, hasil yanng didapat ternyata mengejutkan, Beauty Magic Cream positif mengandung steroid.
![]() |
| Lampiran hasil uji kandungan timbal dan steroid, hasilnya steroid positif!! |
Then i was curious, gimana sih efek samping steroid jika diaplikasikan ke wajah (steroid topikal)? Emang bener ya seperti yang diceritain salah seorang member FemaleDaily (FD)? Saya pengguna baru FD juga, jadi belum bisa buka link atau cek gambar di tret tersebut. Disebutkan kalau steroid yang dipakai di Beauty Magic Cream adalah jenis Kortikosteroid. Jadilah saya googling lebih lanjut untuk tau efeknya Kortikosteroid ini, karena ada kemungkinan obat dokter pun bisa diresepkan si kortikosteroid ini.
Bagaimana bahaya steroid dalam Beauty Magic Cream? Apakah si Kortikosteroid ini aman untuk memutihkan wajah? Benar ga sih efek obatnya hanya menekan inflamasi jerawat dan ketergantungan sehingga saat menghentikan pemakaian, jerawat merajalela? Efek sampingnya yang lain apa? Efek pemakaian jangka panjangnya bagaimana?
Ikut penelusuran saya, yuk!
Yang pertama saya search dengan kata kunci : corticosteroid, lalu dapatlah tabel ini
Wait, kortikosteroid=hormon? Yes. Baca pendahuluannya dibawah ini yuk
Dalam web yang sama pula, dinyatakan bahwa sebenarnya penggunaan steroid topical sangat aman jika digunakan dengan benar, dan jarang menimbulkan efek samping. Tapi penggunaan steroid ini HARUSLAH DIBAWAH PENGAWASAN DAN RESEP DOKTER. Penelusuran saya lebih lanjut membawa saya ke informasi tentang kasus TOPICAL STEROID DAMAGED FACE (TSDF) di India yang dipaparkan oleh blog dr.lahiri.
Dua puluh lima tahun Sucharita Sanyal telah menggunakan krim obat kulit yang umum untuk menyembuhkan jerawatnya hingga jerawatnya membesar, menyebar ke seluruh permukaan wajah, dan berdarah.
Dia menghentikan pemakaian obatnya, namun, jerawatnya makin parah. Kondisinya membaik secara dramatis, meski hanya untuk sementara jika dia mengoleskan lagi krim tersebut. Tetapi kondisinya makin parah jika dia menghentikan lagi pemakaian krim tersebut. Kondisinya akhirnya didiagnosis sebagai Topical Steroid Damaged Face (TSDF) yang dipicu oleh penggunaan terus menerus steroid topikal kuat di wajah.
Berita di atas adalah karena efek samping penggunaan steroid kuat (very potent) dalam jangka waktu lama. Lalu pertanyaannya adalah; Steroid jenis apakah yang terkandung dalam Beauty Magic Cream? Apakah jenis yang umum digunakan seperti Hydrocortisone? Dalam dosis berapakah??
Sampai sekarang saya belum bisa menemukan list ingredient asli Beauty Magic Cream, terutama karena saya googling juga tidak ketemu dan saya tidak bisa baca tulisan Arab :p.
Jika menelusuri kembali thread di FD ada yang menyatakan bahwa krim yang dijual di tempatnya aman karena telah diuji di IPB/ITB saya lupa link nya,, dan kandungan steroidnya negatif. Mungkin kita bisa berbaik sangka bahwa steroid yang digunakan adalah yang umum dengan dosis mild. Tapi, jika diminta pertimbangan untuk memilih tetap menggunakan atau tidak, lebih baik dihentikan saja karena kurangnya informasi mengenai bahan pembuatannya. Atau lebih baik merujuk ke dermatologis dan menggunakan obat kortikosteroid yang sesuai petunjuk dokter saja. That's just my opinion, no offense.
Thanks for reading this post, feel free to speak your opinion^^
Yang pertama saya search dengan kata kunci : corticosteroid, lalu dapatlah tabel ini
Wait, kortikosteroid=hormon? Yes. Baca pendahuluannya dibawah ini yuk
Kortikosteroid atau Kortikoid adalah 'keluarga' hormon yang diproduksi di adrenal korteks. 'Keluarga' hormon ini dapat dibagi menjadi dua grup besar; mineralkortikosteroid dan glukokortikoid. Termasuk dalam grup ini adalah hormon Kortisol dan Prednison. Hormon seks pria dan wanita, testosteron dan estrogen juga diproduksi dalam jumlah kecil di kelenjar adrenal. Berkurangnya kemampuan memproduksi steroid ini dapat menyebabkan penyakit Addison's disease.Lalu, topikal steroid itu apa? Berdasarkan tabel diatas, yang termasuk topikal steroid untuk dermatitis adalah : Betamethasone, Hydrocortisone, Prednisone, dan Triamcinolone. Ini penjelasan selanjutnya mengenai kortikosteroid topikal :
Kelenjar adrenal dibagi menjadi tiga lapisan. Lapisan terluar adalah zona glomerulosa, yang memproduksi mineralkortikosteroid. Lapisan tengah adalah zona fasciculate yang memproduksi glukokortikoid dan lapisan terdalam adalah zona reticularis yang memproduksi androgen lemah (prekusor testosteron dan estrogen).
Kortikosteroid topikal digunakan untuk menekan inflamasi pada area kulit dan tersedia dalam bentuk olesan dan cream seperti Hydrocortisone yang kita ketahui secara luas. Dalam banyak kasus kortikosteroid topikal komersial termasuk antiseptik dan antibiotik, untuk melawan ancaman mikrobia sekaligus menyembuhkan inflamasi. Kortikosteroid topikal dibagi dalam empat dosis ; mild, moderate, potent, dan very potent. Saat berkunjung ke dokter untuk perawatan iritasi kulit, dosis paling rendah diresepkan terlebih dahulu, dan ditingkatkan hingga sembuh. Hal ini untuk menghindari potensi efek samping yang mungkin muncul akibat pemakaian dosis tinggi.Informasi lengkap mengenai topikal steroid berikut efek sampingnya dijabarkan lebih jauh di netdoctor.co.uk. Secara singkat saya paparkan efek samping penggunaan steroid sebagai berikut :
No
|
Possible Side-Effect of Skin-Treated with Steroid/Topical Corticosteroid drugs
(most common occurred)
| |
LOCAL
|
SYSTEMIC
| |
1
|
Thinning of skin (athropy)
|
A systemic side effect is one that occurs within the body. If used on large areas of skin for prolonged periods of time, potent steroids can be absorbed into the bloodstream and affect other areas of the body.
Extremely rarely this may cause side effects such as growth suppression or adrenal suppression. The adrenal glands produce the body's natural steroid hormones. If sufficient topical steroid is absorbed into the body it can suppress this natural steroid production, which can lead to illness such as Cushing’s syndrome.
|
2
|
Permanent Stretch Marks (Striae)
| |
3
|
Permanent Telangiectasia (swelling of blood vessels and become prominent under the skin surface)
| |
4
|
A temporary loss of pigment in the areas of skin-treated
| |
5
|
The skin may also bruise more easily and more susceptible to infection
| |
6
|
The skin may become allergic to steroid, making the skin-problems appear to get worse.
| |
Dalam web yang sama pula, dinyatakan bahwa sebenarnya penggunaan steroid topical sangat aman jika digunakan dengan benar, dan jarang menimbulkan efek samping. Tapi penggunaan steroid ini HARUSLAH DIBAWAH PENGAWASAN DAN RESEP DOKTER. Penelusuran saya lebih lanjut membawa saya ke informasi tentang kasus TOPICAL STEROID DAMAGED FACE (TSDF) di India yang dipaparkan oleh blog dr.lahiri.
![]() |
| This picture belongs to : drlahiri.blogspot.com |
Dia menghentikan pemakaian obatnya, namun, jerawatnya makin parah. Kondisinya membaik secara dramatis, meski hanya untuk sementara jika dia mengoleskan lagi krim tersebut. Tetapi kondisinya makin parah jika dia menghentikan lagi pemakaian krim tersebut. Kondisinya akhirnya didiagnosis sebagai Topical Steroid Damaged Face (TSDF) yang dipicu oleh penggunaan terus menerus steroid topikal kuat di wajah.
Berita di atas adalah karena efek samping penggunaan steroid kuat (very potent) dalam jangka waktu lama. Lalu pertanyaannya adalah; Steroid jenis apakah yang terkandung dalam Beauty Magic Cream? Apakah jenis yang umum digunakan seperti Hydrocortisone? Dalam dosis berapakah??
Sampai sekarang saya belum bisa menemukan list ingredient asli Beauty Magic Cream, terutama karena saya googling juga tidak ketemu dan saya tidak bisa baca tulisan Arab :p.
Jika menelusuri kembali thread di FD ada yang menyatakan bahwa krim yang dijual di tempatnya aman karena telah diuji di IPB/ITB saya lupa link nya,, dan kandungan steroidnya negatif. Mungkin kita bisa berbaik sangka bahwa steroid yang digunakan adalah yang umum dengan dosis mild. Tapi, jika diminta pertimbangan untuk memilih tetap menggunakan atau tidak, lebih baik dihentikan saja karena kurangnya informasi mengenai bahan pembuatannya. Atau lebih baik merujuk ke dermatologis dan menggunakan obat kortikosteroid yang sesuai petunjuk dokter saja. That's just my opinion, no offense.
Thanks for reading this post, feel free to speak your opinion^^








0 Komentar